sekolah dasar
Kekhawatiranku terbukti. Barisan abg yang rata-rata perempuan duduk seperti robot. Pandangan serta gerakannya hanya berpusat pada mesin berjalan berisi komponen-komponen produk yang harus dirakit. Panas dari api yang menjilat dan pecahan kaca yang mungkin menyambar muka seolah sudah jadi makanan sehari-hari. Tidak ada perangkat keselamatan. Tidak selamat sama sekali.
Gosh. Hanya hatiku yang mengeleng-geleng. Raut mukaku harus tenang walau perasaanku tiba-tiba menjadi sangat marah melihat keadaan itu. Aku berusaha untuk rasional. Tanya dan terus bertanya. Catat dan terus mencatat. Negeri ini…harus sampai kapan harus diberi kesempatan.
About this entry
You’re currently reading “ sekolah dasar,” an entry on ...(Dibalik Jendela)
- Published:
- June 28, 2008 2:18 pm
- Category:
- Serius dikit
