dibalik berita di tv (judul gak nyambung)

  

 

"So, whazzup with our neighbouring country this time?"….pertanyaan dari teman bicara di sela obrolan dalam messenger…"Hmm..tari pendet dicolong"…Ya begitulah, awalnya agak menusuk hati dan sedikit tidak terima juga. Kesannya semua tentang Bali yang diambil. Yaah..kklan boleh ditarik, tapi si pengelola tv kabel malah lebih intens menayangkan full series and all about tetangga sebelah (hehehe..kerasa gak sih). Konsekuensi langganan xxxxvision, kecuali kalau maunya nonton kartun melulu.

Sementara di dalam negeri, setiap breaking news di tv yang muncul berita-berita yang so’ nasionalisme tapi kurang kasih solusi jelas. Kompor. Lebih gilanya, yang ditayangin yang demo-demo, bakar-bakar, anggota dewan yang maunya perang syaraf mulu, atau perguruan tinggi yang nyetop penerimaan mahasiswa asing asal tetangga (sumpeee..yang ini bener-bener bikin malu..orang niat mo sekolah koq).

Tanpa niat menggurui (dan mengutip pak SBY hehehe)…hati boleh panas tapi logika kudu jalan dimohon dewasalah..introspeksilah…yaaa…di satu sisi sih aku sebenarnya bersorak…wuehehee..ayo tunjuk langsung yang punya kerjaan, biar kerja…semoga soal tari atau lagu yang dicuri ini bisa bikin yang mengatur budaya dan wisata lebih kenal dengan yang namanya paten atau pendekatan UNESCO dan kemudian benar-benar bikin iklan wisata yang keren!

Yyo apalagi yang bisa bikin kita bangun, jual-beli pulau (biar pengelola pulau bangun semua)…jangan sampai tunggu bencana atau bom baru nyadar. Yang pintar dan punya access…lebih kritislah..please..we are also depending on you, people…bikin kita kerja…(Posisiku gak jelas…anggap saja seruan minta tolong).

PS: sedang mengajarkan lagu Indonesia Raya pada tuan putri…Merdeka..Merdeka

 

 

  


About this entry